Kumis Untuk Motivasi Skripsi (Lika-Liku Kuliah)

INDRA – Sering dengerkan kata Motivasi ? nah, salah satu yang unik bagi saya adalah saat kumis menjadi motivasi untuk menyelesaikan skripsi, hehe… terdengar aneh ya..? Banyak orang menggunakan berbagai cara untuk membangkitkan semangatnya kembali untuk menyelesaikan target yang akan dicapai. akan tetapi terkadang saat semangat itu kendor maka waktu akan menjadi sangat sia-sia. Mungkin ini salah satu yang patut anda coba, khususnya untuk mahasiswa mapala (mahasiswa paling lama) yang menurut survey banyak mahasiswa yang telat lulusnya gara-gara tugas akhir yaitu mengerjakan skripsi. Padahal yang namanya skripsi, kalau dikerjakan secara rutin dan kontinu bisa selesai dalam waktu minimal 2 bulan (percaya gak?) tetapi bukan skripsi namanya kalau dalam pengerjaannya tidak banyak tantangan. Diantaranya, saat kita sudah mengajukan judul skripsi dan ditunjuk dosen pembimbing untuk kita, maka bersegeralah melakukan bimbingan apapun kondisi kita, pada kenyataannya saat semangat itu muncul tantangan pun muncul dengan sulitnya menemui dosen pembimbing, revisi yang sangat banyak, dan banyak lagi. Semua tantangan itu dapat mengendorkan semangat kita untuk menunda pengerkaan skripsi sampai semangat kita muncul. Padahal tantangan yang sama pun akan muncul berbarengan dengan munculnya semangat. Sehingga ini lah yang dapat memperpanjang waktu kuliah kita sampai 10, 11,12, 13,14,15,16,17,18,19, bahkan saya punya teman yang sampai 20 semester baru dia bisa lulus. Luarbiasa bukan? itu baru namanya Mahasiswa BERMUTU (Bermuka Tua) (bisa tua di kampus) heheh… Belum lagi tekanan keluarga yang menuntut kita untuk lulus cepat, yang akhirnya kita merasa sudah terlalu membebankan mereka. Ujung-ujungnya kita usaha sendiri untuk membayar semester tambahan akibat kemalasan dan kelalaian kita saat kuliah, jika tidak dapat membagi waktu, kerja pun dapat menjadi tantangan terbesar dalam menentukan kelulusan kita dan berujung pada 2 pilihan yaitu, Kuliah Selesai atau DO (Drop Out). Gmn tuch…? Sekedar berbagi pengalaman, saya kuliah sampai 12 semester alias 6 tahun pas. Tantangan seperti mahasiswa pada umumnya juga saya alami. akan tetapi saya punya cara lain untuk membangkitkan semangat menyelesaikan skripsi, yaitu dengan berjanji pada diri sendiri. Coba anda tekadkan dalam hati untuk berjanji (nadzar). Waktu itu saya punya janji tidak akan mencukur sehelai bulu kumis saya jika belum sidang skripsi. Bayangkan jika saya menyelesaikan skripsi dalam waktu 3 tahun dan saya tidak mengingkari janji saya maka jadi lah saya Pak Raden atau DenBagus sekali pun. Semakin lama janji itu berjalan, semakin cepat pula saya untuk terus menyelesaikan skripsi. Ketika semangat menurun, saya langsung bercermin dan melihat Kumis saya yang sudah mulai menebal sedikit demi sedikit. Banyak teman dan sahabat menyarankan untuk mencukur kumis saya, tapi buat saya itu sama saja mereka menyuruh saya untuk menyelesaikan skripsi saya. Semakin banyak candaan, ejekan dan guyonan terhadap saya seperti, Pak Kumis, Pak RT, Pak Raden dan malahan ada yang menyagka kalau saya sudah seperti orang yang sudah punya anak 4. Harus saya akui memang saat kumis mulai menebal, saya terlihat sangat Tua. Dan disitulah semangat saya bangkt, bangkit dan terus bangkit seiring berjalannya nadzar atau janji saya. Sampai dosen saya pun menyarankan untuk mencukur kumis saya dan saya hanya meng-iya-kan saja. Sampai setelah skripsi saya di sahkan oleh dosen pembimbing saya kumis saya sudah lumayan TUEBBALLL. Dan akhirnya waktu sidang skripsi pun tiba. saya berpakaian kemeja berdasi dan mengenakan jas hitam dengan kumis BaplanG yang menjadi senjata dan kenangan terakhir saya. karena setelah sidang skripsi saya harus mencukurnya hingga bersih. Sidang pun berjalan lancar dan Alhamdulillah saya dinyatakan lulus dengan yudisium Amat baik. Keesokan Harinya Kumis saya sudah Bersih, wajah cerah dan siap untuk mengikuti acara wisuda. Akan tetapi dari cerita yang saya utarakan memang tidak sedikit tantangan yang lain datang. Tapi intinya, yang namanya Kuliah dimanapun hambatannya, Diri kita lah yang menentukan, apakah kita mau betul-betul lulus atau hanya menyia-nyiakan waktu dan menunda-nunda hingga entah sampai kapan. Mudah-mudahan menjadi bahan motivasi dan bermanfaat….!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: